Tak Perlu Gengsi Sekolah Paket, PKBM Aisyah Buktikan Lulusannya Mampu Bersaing
Menit Baca
Teks

Tak Perlu Gengsi Sekolah Paket, PKBM Aisyah Buktikan Lulusannya Mampu Bersaing

Oleh

Jakarta,  Yayasan PKBM Aisyah yang beralamat di RT 05/RW 08, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, menggelar acara tasyakuran kelulusan peserta didik Program Paket A, Paket B, dan Paket C Tahun Ajaran 2025/2026.

Dalam suasana penuh syukur dan kebahagiaan, sebanyak 43 peserta didik mengikuti program pendidikan kesetaraan tersebut. Rinciannya terdiri dari 6 siswa Paket A, 9 siswa Paket B, dan 28 siswa Paket C. Dari jumlah tersebut, 42 siswa dinyatakan lulus, sementara 1 siswa belum berhasil menyelesaikan program pendidikan pada tahun ini.

Kepala Sekolah PKBM Aisyah, Rizki, menyampaikan rasa syukur atas capaian para peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan dengan baik.

“Alhamdulillah, program pendidikan Paket A, B, dan C yang kami selenggarakan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Banyak lulusan PKBM Aisyah yang kini berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan ada yang sudah menjadi sarjana dan berprofesi sebagai guru,” ujarnya, pada Selasa (16/6/2026). 

Sementara itu, Ketua Yayasan Aisyah, H.
Karim Sahabu, menjelaskan bahwa yayasan yang didirikan pada tahun 2008 tersebut awalnya hanya menyelenggarakan pendidikan tingkat taman kanak-kanak (TK). Namun, melihat masih banyak warga yang putus sekolah di tingkat SD, SMP, maupun SMA karena berbagai kendala, terutama faktor ekonomi, yayasan kemudian membuka program pendidikan kesetaraan.

“Kami merasa prihatin melihat banyak anak dan warga yang tidak dapat melanjutkan sekolah formal. Karena itu, keluarga besar Yayasan Aisyah memutuskan untuk membuka program Paket A, B, dan C agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak,” tutur H. Karim Sahabu.

Rizki juga mengajak masyarakat untuk tidak memandang sebelah mata pendidikan kesetaraan.

Menurutnya, ijazah Paket A, B, dan C saat ini telah diakui secara resmi oleh negara dan memiliki kedudukan yang setara dengan pendidikan formal.

“Jangan gengsi bersekolah di program paket. Pendidikan kesetaraan telah diakui negara dan menjadi solusi bagi mereka yang pernah putus sekolah. Banyak tokoh sukses yang membuktikan bahwa pendidikan paket dapat menjadi jalan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Acara tasyakuran berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi momentum apresiasi bagi para peserta didik yang telah berjuang menyelesaikan pendidikan mereka. Keberhasilan para lulusan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus semangat menuntut ilmu tanpa mengenal batas usia maupun latar belakang ekonomi.


(Ai Sumanta)

16 Kali Dibaca · Nasional


Berita Lainnya