JAKARTA – Pasar Seni Ancol kembali menunjukkan eksistensinya sebagai ruang kreatif dan pusat kegiatan budaya melalui penyelenggaraan JAKALCER FEST 2026. Festival yang digelar di kawasan Pasar Seni Ancol ini menjadi momentum kebangkitan kembali ikon seni dan budaya Jakarta sekaligus wadah kolaborasi bagi seniman, komunitas kreatif, dan masyarakat.
Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Lies Hartono yang biasa disapa Cak Lontong, mengatakan JAKALCER FEST menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali kejayaan Pasar Seni Ancol sebagai ekosistem seni dan budaya yang berkelanjutan.
Menurutnya, Ancol sebagai destinasi wisata terpadu tidak hanya menghadirkan wahana rekreasi, tetapi juga membutuhkan ruang yang mendukung perkembangan seni, budaya, dan kreativitas masyarakat.
“Pasar Seni tidak bisa berkembang hanya oleh Ancol sendiri. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah, komunitas seni, komunitas budaya, hingga berbagai kelompok hobi.
Harapannya, Pasar Seni bisa kembali menjadi pusat aktivitas kreatif seperti pada masa kejayaannya dahulu,” ujar Cak Lontong, Jumat (19/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa JAKALCER FEST merupakan kegiatan pembuka yang diharapkan menjadi pemicu lahirnya berbagai program dan kegiatan kreatif lainnya di Pasar Seni Ancol sepanjang tahun.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Edi Prasetyo, menyebut penyelenggaraan festival ini bertepatan dengan momentum liburan sekolah sehingga diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai kalangan usia.
“Momentum ini sangat tepat karena berbarengan dengan libur sekolah. Selain itu, pada 22, 27, dan 28 Juni kami juga menggratiskan tiket masuk ke kawasan Pantai Ancol sehingga diharapkan masyarakat dapat sekaligus mengunjungi Pasar Seni dan menikmati berbagai aktivitas yang tersedia,” kata Edi.
Ia menegaskan bahwa Ancol tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga berupaya membangun ekosistem kreatif yang mampu mendukung perkembangan para seniman dan komunitas.
Dalam festival tersebut, sekitar 90 seniman terlibat secara langsung. Jika ditambah dengan berbagai komunitas yang berpartisipasi, jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 250 orang.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Utara, Restuning Dyah Widyanti, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan JAKALCER FEST dan berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Pasar Seni merupakan ruang publik yang dapat diisi berbagai aktivitas budaya. Kami berharap program ini tidak berhenti tahun ini saja, tetapi terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Kami mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk datang, meramaikan, serta mengapresiasi karya para seniman dan komunitas kreatif,” ujarnya.
Menurut Restuning, kehadiran masyarakat untuk menikmati dan membeli karya seni merupakan bentuk penghargaan nyata terhadap perjuangan para seniman yang telah mencurahkan waktu, kreativitas, dan kepekaan sosial budaya dalam menghasilkan karya.
Pemerintah Kota Jakarta Utara, lanjutnya, siap memberikan dukungan agar Pasar Seni Ancol dapat terus berkembang dan hadir dengan wajah baru yang semakin menarik bagi masyarakat.
Melalui JAKALCER FEST 2026, Pasar Seni Ancol diharapkan kembali menjadi pusat aktivitas seni, budaya, dan ekonomi kreatif yang mampu mempertemukan seniman, komunitas, serta masyarakat dalam satu ruang kolaborasi yang hidup dan berkelanjutan.
(AFG)